SMK-SMAK Padang melaksanakan kegiatan Simulasi Tanggap Darurat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat, khususnya yang berpotensi terjadi di lingkungan laboratorium. Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan, guru, serta seluruh siswa SMK-SMAK Padang.(4/12/25)
Pada pelaksanaan tahun ini, fokus simulasi diarahkan pada dua materi utama, yaitu penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan penanganan tumpahan bahan kimia di laboratorium. Secara khusus, sesi praktik penggunaan APAR dan penanganan tumpahan disimulasikan untuk peserta didik kelas X guna memperkuat pemahaman dan keterampilan dasar mereka dalam keselamatan kerja.
Tim Tanggap Darurat SMK-SMAK Padang bertindak sebagai koordinator kegiatan. Melalui pemaparan materi, demonstrasi langsung, serta sesi praktik lapangan, tim memberikan edukasi tentang prosedur penanggulangan kebakaran, langkah aman saat menghadapi tumpahan bahan kimia, serta pentingnya bertindak cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.
Kepala SMK-SMAK Padang menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dalam budaya safetydi sekolah, terlebih karena proses pembelajaran banyak berlangsung di laboratorium yang memiliki potensi risiko. Dengan adanya simulasi rutin, diharapkan seluruh siswa dan civitas sekolah mampu menerapkan standar keselamatan dan berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat oleh Tim Tanggap Darurat untuk memastikan seluruh peserta memahami prosedur yang telah disimulasikan serta dapat mengaplikasikannya jika diperlukan.
(Infohumas/m.s)




