Waspada Covid-19

 Padang, 16 Maret 2020

 Waspada COVID-19 Hand Sanitizer dari Laboratorium Teaching Fictory (Tefa) SMK SMAK Padang hari ini dibagikan keseluruh Warga Sekolah.

Kepala Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang beserta team bagikan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan keseluruh warga sekolah siang ini di SMK SMAK Padang.

 

Drs Nasir selaku Kepala SMK SMAK Padang menyingkapi himbauan dari Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian R.I, untuk meliburkan siswa siswi kami 14 hari kedepannya, kami selaku Pimpinan sekolah ambil bagian ini untuk membekali siswa dan seluruh warga sekolah Hand Sanitizer produksi Sekolah sendiri.
Namun seluruh siswa tetap belajar secara online di rumah masing- masing dan tidak ada yang mengunjungi tempat keramaian, tutur Nasir menambahkan.
"Harapan kami seluruh warga sekolah tidak boleh panik , selalu menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan supaya terhindar dari sakit".
Membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizer semula adalah bagian dari praktik belajar siswa di sekolah ini khususnya di Laboratorium Tefa (Teaching Fictory).

<


Namun, sejak pemicu fenomena Covid - 19 dan aksi borong hand sanitizer dan masker di berbagai daerah , Team Laboratorium Tefa kewalahan memproduksi karena akan dibagikan keseluruh warga sekolah khususnya siswa- siswi SMK SMAK Padang.
Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang semakin sibuk membuat cairan pembunuh kuman di sela aktivitas belajar.
Bila sebelumnya rata–rata dalam satu bulan siswa hanya memproduksi 50 botol hand sanitizer ukuran 60 mililiter per botol. Sejak satu bulan terakhir ini mereka memproduksi lebih dari 500 botol.
Kepala Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang Antun Kamilah, mengatakan, hand sanitizer sulit didapat di pasaran karena itu team kami mempersiapkan produksi lebih banyak lagi.
Membuat hand sanitizer, larutan pembersih lantai, larutan pencuci tangan dan produk pencuci piring memang jadi salah satu prouksi bagi laboratorium Tefa di sekolah ini, Produk kami biasanya kami bagikan untuk tamu - tamu sekolah yang berkunjung.
"Biasanya hanya membuat sedikit, sekarang jadi banyak produksi ,tutur Antun Kamilah.
Hand sanitizer karya sekolah ini diberi merek Tefa , sekolah masih rencana mematenkan merek tersebut karena tujuan awal hanya bagian dari kegiatan teaching fictory dan tugas sekolah, apalagi izin edar juga belum ada.
Bahan pembuatannya terdiri dari bahan alam , vitamin E, aquades, alkohol 96 persen, hidrogenperoksida, gliserol dan essensial oil (pewangi). Menurut Antun, alkohol 70 persen sebenarnya sudah cukup membunuh bakteri dan kuman. "Tapi alkohol produk kami lebih tinggi lagi karena kan virus corona ini kan cukup kuat. Bahan alam dan gliserol berfungsi sebagai pelembut agar tidak kasar di kulit," ujarnya.
Antun Kamilah Kepala Teaching Fictory SMK SMAK Padang menambahkan, pada dasarnya komposisi pembuatan cairan pembersih tangan ini sudah sama seperti proses pembuatan di tempat lain.
Meski dikerjakan secara sederhana di laboratorium sekolah, hand sanitizer ini dijamin tetap aman dipakai sebab sudah melalui serangkaian uji klinis. Tidak lupa, botol kemasan sudah melalui proses sterilisasi.
"Karena kami sudah biasa membuatnya, ini juga banyak di produksi oleh siswa yang bertugas Analisis Terpadu II di tiap semester akhir kelas XIII, yang mana zat esseinsialnya berbeda ," ucap Antun Kamilah.